Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak TK B dengan Bersyair
Jurnal oleh:
Elin Salina Ratih dan Choirun Nisak Aulina
Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Kegiatan Bersyair di TK ABA 7 Tanggulangin Sidoarjo
Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
Abstrak:
Kemampuan berbahasa anak usia 5-6 tahun di TK ABA 7 Tanggulangin Sidoarjo masih tergolong rendah. Penelitian Tindak Kelas (PTK) ini bertujuan meningkatkan kemampuan berbahasa anak melalui metode bersyair. Guru bertindak sebagai pelaksana pembelajaran, semestara peneliti berperan sebagai pengamat dan asisten untuk memastikan proses pembelajaran berjalan lancer dan mencapai indicator keberhasilan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan berbahasa anak secara signifikan: pra siklus (38%), siklus I (56%), dan siklus II (67%). Metode bersyair terbukti efektif karena mendorong kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kepercayaan diri, peningkatan kosakata, dan kemampuan membaca anak. Kesimpulannya, PTK ini berhasil meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia 5-6 tahun di TK ABA 7 Tanggulangin Sidoarjo melalui metode bersyair.
Kontek:
Kemampuan berbahasa pada anak usia 5–6 tahun di lapangan, khususnya di TK ABA 7 Tanggulangin, menunjukkan bahwa sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam menyampaikan ide atau pendapat secara lisan, menggunakan kosakata yang tepat, serta menyusunkalimat sederhana yang baik. Anak-anak lebih banyak diam atau hanya menjawab pertanyaan guru secara singkat. Mereka juga cenderung pasif dalam diskusi atau kegiatan bercerita di kelas. Situasi ini menggambarkan bahwa perkembangan bahasa anak belum optimal sesuai tahapan usia mereka, terutama dalam aspek berbicara dan memahami informasi lisan.
Pemecahan Masalah:
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, metode bersyair diterapkan sebagai alternatif yang menyenangkan dan sesuai dengan dunia anak. Metode ini melibatkan kegiatan berima, pengulangan bunyi, serta ekspresi lisan yang dapat merangsang kemampuan bicara, memperluas kosakata, dan melatih anak menyusun kalimat dengan cara yang menyenangkan. Bersyair juga mampu menarik perhatian anak dan meningkatkan minat belajar mereka karena bernuansa bermain dan musikal. Dengan begitu, diharapkan kemampuan bahasa anak akan meningkat secara bertahap melalui pendekatan yang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan mereka.
Kesimpulan:
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai penerapan metode bersyair untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak usia 5–6 tahun di TK ABA 7 Tanggulangin, dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.Pertama, penerapan metode bersyair dalam pembelajaran di TK ABA 7 Tanggulangin telah dilaksanakan secara bertahap dan sistematis melalui tiga tahapan yaitu pra siklus, siklus I, dan siklus II. Kegiatan pembelajaran bersyair dilakukan sebanyak 12 kali pertemuan dalam setiap siklus, dengan rangkaian kegiatan mulai dari pembuka (doa dan senam), kegiatan inti (pembelajaran bersyair yang variatif), hingga penutup (refleksi dan doa). Guru menggunakan media yang menarik dan relevan dengan tema, seperti gambar, lagu, kartu kata, serta permainan tebak syair dan peran. Pendekatan ini membuat anak lebih tertarik, antusias, dan terlibat aktif dalam kegiatan belajar.
2.Kedua, penerapan metode bersyair terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan bahasa anak usia 5–6 tahun, yang mencakup kemampuan menggunakan kosakata yang baik, menyusun kalimat sederhana, memahami makna syair, menjawab dan mengungkapkan ide, menirukan bacaan syair, serta mengekspresikan diri secara kreatif. Hal ini ditunjukkan melalui peningkatan skor rata-rata kemampuan bahasa anak dari pra siklus sebesar 40%, meningkat menjadi 50% pada siklus I, dan mencapai 70% pada siklus II. Anak menunjukkan kemajuan tidak hanya dalam aspek bahasa secara individu dan kelompok, tetapi juga dalam keberanian untuk tampil di depan kelas dan mengungkapkan pendapat. Dengan demikian, metode bersyair dapat dijadikan salah satu strategi yang efektif dan menyenangkan dalam meningkatkan kemampuan bahasa anak usia dini.
